JAKARTA, foxnewsinsider.biz.id – Bus ALS Tewaskan 19 Orang, Polisi Dalami Kecepatan dan Lubang Jalan, Sopir Potensi Tersangka
PALEMBANG, KOMPAS.com – Kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaskan 19 orang kini memasuki tahap penyidikan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo mengatakan, tim Traffic Accident Analysis (TAA) telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan secara laboratoris guna memastikan penyebab utama kecelakaan.
“Besok tim kami datang lagi ke sana untuk gelar perkara. Penanganan kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan,” ujar Maesa, kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, penyidik masih mendalami sejumlah kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan sopir bus menghindari lubang di badan jalan hingga akhirnya kehilangan kendali.
Baca juga: Jumiatun Meninggal, Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 19 Orang
Maesa mengungkapkan, hasil pengecekan di lokasi menemukan beberapa lubang di ruas jalan dengan ukuran relatif kecil.
“Saya ke sana langsung. Lubangnya cuma sekitar dua sentimeter kedalaman, lebarnya bervariasi ada empat sampai lima sentimeter. Kurang lebih lima meter ada lubang lagi,” katanya.
Ia menilai kondisi lubang tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut apakah cukup menjadi penyebab utama kecelakaan atau ada faktor lain seperti kecepatan bus ALS ketika melintas di lokasi kejadian.
“Logika saja, kalau lubangnya besar mungkin bisa jadi faktor utama. Tapi, kalau dua sentimeter, motor pun bisa lewat. Bisa juga karena kecepatan karena jalannya panjang dan lurus,” jelasnya.
Baca juga: 14 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Teridentifikasi, Berikut Daftar Namanya
Penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah saksi selamat, termasuk kernet bus bernama Fadli yang menyebut bus sempat menghindari lubang sebelum kecelakaan terjadi.
“Kalau dari keterangan saksi Fadli, bus menghindari lubang. Tapi, ini masih perlu diperkuat dengan keterangan saksi lain dan tim ahli,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga mendalami kondisi teknis kendaraan.
Berdasarkan pengembangan bus ALS saat kejadian menggunakan gigi lima.
“Kalau dari keterangan, yang terakhir bus di gigi lima berarti kecepatannya cukup tinggi. Tapi, semua harus dibuktikan dengan pemeriksaan ahli,” katanya.
Maesa menegaskan, sopir bus ALS berpotensi menjadi tersangka dalam perkara tersebut.
Namun, penyidik masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang ikut bertanggung jawab.
“Terduga tersangka mengarah ke sopir bus. Tapi nanti kami lihat lagi hasil rekomendasi ahli dan pemeriksaan lainnya. Kalau ada pihak lain, termasuk dari perusahaan ALS, tentu akan kami kembangkan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan hebat setelah menabrak truk tangki muatan minyak ketika melintas di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Akibatnya, 19 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, di mana 14 orang merupakan penumpang bus ALS dan dua orang dari sopir tangki minyak.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.







Leave a Reply